Monday, November 5, 2012

Islam di Sierra Leone

Masjid Muammar Khadafi, Freetown - Sierra Leone
Republik Sierra Leone, adalah Negara republik di pantai barat benua Afrika, berbatasan langsung dengan Guyana di utara hingga ke timur, Liberia di timur hingga ke selatan, sementara sisi baratnya menghadap ke Samudera Pasifik. Nama Sierra Leone diberikan oleh bangsa Portugis pimpinan Pedro de Sintra yang mendarat di wilayah ini pada tahun 1462 dan memberi-nya nama Sierra Leoa yang bermakna “pegunungan singa”. Portugis menjadikan wilayah temuannya ini sebagai pusat perdagangan budak.

Sierra Leone beribukota di Freetown (kota merdeka) yang didirikan pada tanggal 11 Maret 1792 ditandai dengan berdirinya sebuah perusahaan milik pribumi dan menjadikan kota baru tersebut sebagai rumah bagi para mantan budak yang sudah merdeka atau di-merdeka-kan oleh Inggris, itu sebabnya kota baru tersebut kemudian diberi nama “Free-Town”. Tahun 1808 Freetown menjadi koloni kerajaan Inggris dan tahun 1896 wilayah ini berubah menjadi wilayah protektorat kerajaan Inggris.


Sierra Leone beriklim tropis, dengan sebaran lahan dari padang savanna hingga ke hutan hujan tropis. Negara ini memiliki luas keseluruhan 71,740 km2 dan terbagi ke dalam empat wilayah, masing masing adalah the Northern Province, Eastern Province, Southern Province dan the Western Area. Ke empat wilayah propinsi ini dibagi lagi menjadi empat belas distrik, masing masing distrik memilki pemerintahan local yang disebut sebagai dewan distrik, dikepalai oleh ketua dewan.

Sierra Leone memiliki kekayaan sumber daya alam yang cukup memadai, terdiri dari pertambangan intan yang menjadi penunjang utama perekonomiannya, negara ini juga terkenal sebagai penghasil Kristal Rutil terbesar di dunia, bauxite dan titatium, memiliki pelabuhan alam terbesar ketiga di dunia yang melayani pengapalan berbagai produk dari berbagai penjuru dunia, namun tak mampu mengangkat kehidupan rakyatnya yang 70% hidup dibawah garis kemiskinan.

Meski begitu, Sierra Leone tercatat sebagai salah satu negara dengan tingkat toleransi beragama yang sangat tinggi. Nyaris tak pernah terdengar kasus kericuhan masalah agama di Sierra Leone. Muslim dan Kristen disana memiliki interaksi yang sangat baik satu dengan yang lainnya.

Islam di Sierra Leone

Sejak tahun 2008 lalu, agama Islam telah benar benar menjadi agama bagi mayoritas penduduk di Sierra Leone. 75 persen dari total penduduk Sierra Leone telah memeluk agama Islam. Ini merupakan lonjakan yang luar biasa bila dibandingkan dengan data tahun 1960 yang hanya 30 persen dari total penduduk.

Ada dua etnis besar di Sierra Leone dari keseluruhan 18 etnis disana, dua etnis besar tersebut adalah etnis Temne dan setnis Mende. etnis Temne merupakan etnis utama di wilayah utara Sierra Leone dan sebagian besar dari mereka beragama Islam. 9 dari 16 etnis lainnya juga mayoritas masyarakatnya memeluk agama Islam.

Di abad ke 18 suku suku yang berbahasa Fulani dari wilayah Fouta Djallon (kini masuk wilayah Guyana) memberikan pengaruh yang sangat besar bagi ke-Islaman etnis Tenme di bagian utara Sierra Leone. Selama penjajahan Inggris, penyebaran Islam secara tidak langsung terbantu dengan penyebaran perdamaian dan hubungan perdagangan. Upaya Kristenisasi yang dilakukan selama masa penjajahan ternyata sama sekali tidak efektif.

Bangsa Eropa yang menghancurkan struktur tradisional masyarakat disini, memperkenalkan ide ide sosial dan pendidikan yang sama sekali baru, membuka perdagangan, dan menarik migrasi penduduk dari berbagai daerah di Afrika untuk mengembangkan kota dengan sendirinya secara tidak langsung turut memperkenalkan Islam sebagai sebuah bentuk otoritas dan sebagai bentuk ekspresi persatuan antara para pendatang dan pemukim sebelumnya.

Islam terus mengalami perkembangan di Sierra Leone sejak kemerdekaan mereka di tahun 1961. Populasi umat Islam disana pada tahun 1960 ada sekitar 30 persen dari jumlah penduduk namun melonjak dua kali lipat menjadi 60 persen di tahun 2000. Dan hasil sensus tahun 2008 menunjukkan lonjakan yang luar biasa hingga mencapai 71% atau sama dengan 4,059,000 jiwa.

Sejauh ini muslim Sierra Leon mengalami kesulitan untuk menjalankan ibadah haji ke tanah suci sebagai akibat jarak yang terbentang begitu jauh serta biaya yang relative sangat mahal untuk kebanyakan muslim Sierra Leon, diperparah lagi dengan perang saudara yang tak berkesudahan di Negara tersebut.

Di Kota Freetown berdiri megah sebuah masjid yang dibangun oleh Muammar Khadafi, (mantan) presiden Libya, sebagai hadiah bagi muslim Sierra Leone. Masjid Muammar Khadafi di Freeetown ini diresmikan pada tanggal 14 Agustus 2009. Bangunan masjid megah dilengkapi dengan plaza terbuka dan penataan landscaping yang cukup apik. Masjid ini mampu menampung hingga lebih dari 5000 jemaah sekaligus.***

No comments:

Post a Comment