Sunday, August 27, 2017

Masjid Al-Ishlah Kedamaian Bandar Lampung

Masjid Al-Ishlah, Masjid Khas Lampung di kota Bandar Lampung.

Masjid Al-Ishlas adalah salah satu masjid yang ber-arsitektur cukup unik, di provinsi Lampung. Masjid ini dirancang dengan sentuhan budaya Lampung yang sangat kental mulai dari tampilan fasad depannya yang sarat dengan sentuhan etnik Lampung hingga ke ruangan dalam masjidnya.

Masjid Al-Ishlah berada jl Ratu Balau No 14 Kampung Tiyuh Kedamaian, Kelurahan Kedamaian, Kecamatan Kedamaian. Nama masjid ini memang sesuai dengan nama tempatnya berdir di Kelurahan Kedamaian karena Ishlah dalam bahasa Arab memang berarti perdamaian.

Masjid Jami Al-Islah
Jl Ratu Balau No 14 Kampung Tiyuh Kedamaian,
Kelurahan Kedamaian, Kecamatan Kedamaian
Kota Bandar Lampung, Provinsi Lampung



Keunikan masjid ini ada di hampir seluruh bangunannya. Mulai dari simbol, ornamen dan dominasi warna ungu kemerahan yang merupakan warna khas Lampung yang terpasang di hampir seluruh bagian masjid serta bentuk Menara dan Kubahnya.

Menara masjid ini pada bagian atasnya dipasang ornamen payung adat dengan warna putih, kuning dan merah. Warna putih melambangkan Penyimbang Marga, Kuning melambangkan Penyimbang Tiyuh dan merah adalah lambang penyimbang suku.

Sementara kubah masjid ini berbentuk Jung yang artinya Perahu. Ini mengingatkan pada jaman dahulu alat transportasi yang dipakai adalah perahu, karena pada masa itu kampung orang Lampung mayoritas di pinggir sungai. Kubah masjid ini berbentuk limas atau segitiga empat sisi yang mengerucut ke atas tapi di puncaknya terbuka seperti bunga mekar.

Pembangunan Masjid Al-Ishlah

Pembangunan bangunan masjid ini dimulai pada hari Jumat, 28 November 2014 dengan upacara peletakan batu pertama oleh Walikota Bandar Lampung H. Herman HN dan diresmikan juga oleh Walikota Bandar Lampung H. Herman HN pada tanggal 28 November 2014.

Masjid Al-Ishlah pada saat proses pembangunan.

Pendanaan pembangun masjid ornamen Lampung ini mendapat bantuan dari Pemkot Bandar Lampung tahun 2014 sebesar Rp 600 juta yang dijadikan dana awal pembangunan, Sedangkan selebihnya berasal dari sedekah, infak, dan amal jariah masyarakat muslim disana.

Pada awalnya Masjid Al Islah ini dibangun tahun 1938 di atas tanah wakaf H. Abdul Roni dan H. Tohir Ismail Balau seluas 700 meter persegi, dan diketahui bahwa masjid ini merupakan masjid tertua ke empat di provinsi Lampung. Dari tahun 1938 itu tercatat sudah 6 kali mengalami renovasi, dan pada 2014 direnovasi total dengan mengusung konsep kearifan lokal.

Semua lambang dan ornamen Lampung yang tergambar di masjid ini adalah Lambang dan Ornamen Adat Lampung Pepadun sesuai dengan adat Kampung (tiyuh) Kedamaian sebagai Kampung Adat atau Kampung Cagar Budaya di Kota Tapis Berseri.

Ukuran bangunan masjid Al-Ishlah saat ini seluruhnya adalah 20×25 meter dengan dua lantai, tingginya sekitar 13,5 meter. Menyatu dengan banguanan, terdapat sebuah menara masjid dengan ketinggian sekitar 18 meter dari permukaan tanah.

Referensi


Saturday, August 26, 2017

Masjid Agung Al-Muhsinin kota Solok

Masjid Agung Al-Muhsinin kota Solok (foto akun IG @deddy_haryadi_edward)

Masjid Agung Al-Muhsinin adalah masjid agung di kota Solok, provinsi Sumatera Barat. Masjid Agung Al-Muhsininin ini juga merupakan masjid terbesar di Kota Solok, lokasinya berada di Jalan Datuak Perpatih Nan Sabatang, Kelurahan Aro IV Korong, Lubuk Sikarah. Sebagai masjid Agung, masjid ini menjadi tuan rumah kegiatan keagamaan skala regional seperti tabligh akbar dan pertemuan jemaah, khususnya di Kota Solok.

Masjid Agung Al-Muhsinin pertama kali dibangun tahun 1984 dibiayai dari sumbangan Yayasan Bhakti Muslimin dan digunakan pertama kali tahun 1987. Namun bangunan tersebut mengalami rusak berat dan roboh setelah rangkaian gempa bumi pada Maret 2007. Pembangunan kembali dimulai pada tanggal 20 Agustus 2009 saat Kota Solok masih dipimpin Syamsu Rahim.

Masjid Agung Al-Muhsinin Solok
Aro IV Korong, Lubuk Sikarah, Kota Solok
Sumatera Barat 27316 Indonesia



Proses pembangunan memakan waktu 28 bulan dan diresmikan pada tanggal 14 Desember 2011 oleh Wakil Menteri Agama Republik Indonesia Nasaruddin Umar, bertepatan dengan peringatan Hari Jadi Kota Solok ke-41.

Biaya pembangunan menghabiskan dana Rp36,63 miliar, terdiri dari Rp35,45 miliar dari APBD Kota Solok dan infak yang terhimpun sebesar Rp1,18 miliar. Bangunan utama terdiri dari dua lantai dengan denah dasar ruang berukuran 50 × 50 meter.

Interior Masjid Agung Al-Muhsinin Kota Solok.

Dengan ukuran nya yang cukup besar ini, Masjid Agung Al-Muhsinin Solok mampu menampung mampu menampung 5.000 jamaah, dengan rincian untuk ruangan lantai satu sebanyak 2.000 jamaah, lantai dua 1.000 jamaah dan 2.000 jamaah lainnya ditampung dipelataran parkir, menjadikannya sebagai salah satu masjid terbesar di provinsi Sumatera Barat.

Bangunan utama masjid menggunakan kubah tunggal berukuran besar, kubah besar ini dibangun bertumpuk dua menjadikan atap masjid ini seolah olah tetap merupakan masjid dengan atap bersusun seperti halnya masjid tradisional khas Indonesia. Selain kubah utama, ada empat kubah berukuran lebih kecil di ke empat penjuru masjid.

Bangunan utama Masjid Agung Al-Muhsinin kota Solok ini dilengkapi dengan empat menara yang menjulang yang mengapit bangunan utama masjid di ke empat penjurunya masing masing setinggi 40 meter. Rancangan menara ini di dominasi bentuk geometris senada dengan bentuk bentuk geometris pada bangunan utamanya.

Referensi


Baca Juga


Sunday, August 20, 2017

Masjid Terapung Makasar

Masjid Amirul Mukminin Makasar di malam hari (foto dari ID oceanuslord @masjidinfo)

Masjid Terapung Makasar ini nama resminya adalah Masjid Amirul Mukminin, namun lebih populer disebut masjid terapung karena lokasinya yang berada di atas air di lepas pantai Losari Kota Makasar, Sulawesi Selatan. Masjid ini dibangun atas gagasan walikota makassar yang ingin memperkaya khasanah landmark Kota Makassar dan wisata religius di kota ini.
.
Masjid Amirul Mukminin dapat menampung sekitar 500-an Jemaah, berlantai tiga, ditopang oleh 164 tiang pancang dan mempunyai luas 1.683 meter persegi. Untuk lantai teras yang berada tepat di bawah kubah banyak digunakan warga untuk melakukan kegiatan rekreasi, semisal melihat sunset di Pantai Losari.

Masjid Amirul Mukminin
Jalan Penghibur No.289, Losari
Kota Makassar, Sulawesi Selatan 90112


.
Nama dan Rancangan

Pada mulanya pada tahap rancangan masjid ini dinamai Masjid 99 Al Makazzary namun kemudian Masjid Amirul Mukminin lah yang kemudian disandangkan kepada masjid ini, meskipun kemudian masyarakat lebih menygenalnya sebagai masjid terapung makasar.
.
Rancangan awal masjid ini sempat menuai kontroversi dengan bentuk rancangan menara kembarnya yang menyerupai badik makasar, Namun kemudian rancangan tersebut di ubah dan realisasi pembangunannya menara masjidini memang tidak menyerupai Badik seperti yang banyak di kecam oleh para netizen.
.
Arstektur

Lantai paling atas masjid merupakan tempat khusus untuk para pengunjung yang ingin melaksanakan shalat sendiri yang lebih khusuk. Lantai kedua dari masjid dipergunakan khusus untuk jemaah wanita dan lantai bawahnya untuk shalat jemaah pria. Di lantai bawah itu juga terdapat tempat wudhu pria yang berada di sebelah kanan, sementara untuk para wanita berada di sebelah kiri masjid.

Masjid Amirul Mukminin Makasar di malam hari (foto dari dianmtaufik @masjidinfo)

Masjid "Amirul Mukminin" di Pantai Losari Makassar, dibangun pada masa walikota Ilham Arief Sirajuddin dan diresmikan oleh Mantan Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla pada tanggal 21 Desember 2012. Pak JK sendiri menyebut masjid ini sebagai Masjid Pantai karena lokasinya yang berada di pantai, bukan masjid terapung seperti kebanyakan orang menyebutnya.
.
Pak JK sendiri secara pribadi turut berkontribusi dalam pembangunan masjid ini dengan menyumbangkan dana sebesar dua koma satu milyar rupiah, selain dari beliau dana pembangunan masjid ini berasal dari swadaya masyarakat.
.
Penyebutan sebagai masjid terapung bagi masjid ini semata mata karena lokasinya pembangunannya yang berada di atas air meski dengan tiang tiang pancang, sehingga pada saat air pasang bangunan masjid ini tampak “seolah olah” terapung di permukaan air.
.
Bila anda penasaran untuk melihat masjid terapung sebenarnya, anda dapat berwisata ke pantai sari ringgung di provinsi Lampung, disana ada masjid yang benar benar terapung di tengah laut di teluk lampung karena memang dibangun diatas pelampung seperti bangunan rumah rumah rakit disekitarnya.
.
------------------------------------------------------------------------------
Follow akun instagram kami di @masjidinfo
🌎 gudang informasi masjid di Nusantara dan mancanegara.
🌎 informasi dunia Islam.
------------------------------------------------------------------------------
.
Referensi



Saturday, August 19, 2017

Masjid Besar Al Hasyar Kalijati.

Masjid Besar Al-Hasyar Kalijati, Kabupaten Subang (foto dari @galihgiffari)

Masjid Al-Hasyar adalah masjid di Alun Alun Kecamatan Kalijati, kabupaten Subang, provinsi Jawa Barat. Masjid ini berdiri di sisi barat alun alun Kalijati, berseberangan dengan Markas Komando Rayon Militer (Koramil) 0503 Kalijati yang berada disisi timur Alun Alun, sementara kantor kecamatan Kalijati berada di sisi selatan alun alun menghadap ke jalan raya.

Merujuk kepada situs Simas Kemenag RI,masjid ini dibangun di atas tanah wakaf di tahun 2000  dan sudah terdaftar di Kemenag dengan nomor ID masjid 01.4.13.13.04.000074. Status masjid ini sebagai masjid besar kecamatan,

Masjid Besar Al-Hasyar
Alun alun kecamatan Kalijati
Desa Kalijati Barat, Kecamatan Kalijati
Kabupaten Subang, Jawa Barat 41271
Indonesia



Sesuai dengan nama dan statusnya, Masjid Besar Al-Hasyar ini memang masjid terbesar di kecamatan Kalijati dan menjadi pusat aktivitas ke-Islaman tingkat kecamatan Kalijati termasuk acara takbiran di malam Idul Fitri yang dipusatkan di masjid ini serta aktivitas ke-agamaan lainnya.

Ir. Joko Widodo, di masa kampanye pemilihan presiden tahun 2014 sempat singgah ke masjid ini untuk menunaikan sholat zuhur di masjid ini di sela sela acara”blusukan”nya di pasar Kalijati yang memang tidak terlalu jauh dari masjid ini sebagai bagian dari rangkaian acara kampanye capres 2014.

Masjid Besar Al-Hasyar Kalijati

Alun alun Kaljati tempat masjid ini berada memang tidak terlalu luas, namun tempat ini menjadi titik berkumpul warga Kalijati termasuk dalam setiap acara skala besar termasuk untuk sholat di dua hari raya yang jemaahnya nya meluber hingga ke alun alun karena tidak tertampung seluruhnya di Masjid Besar Al-Hasyar.

Kalijati tercatat dalam sejarah nasional Indonesia sebagai tempat penyerahan kekuasaan Belanda kepada pasukan Jepang di tahun 1942. Kalijati juga menjadi basis pangkalan TNI Angkatan Udara di Lanud Suryadarma yang dikenal sebagai home base bagi para penerbang Helikopter (chopper) TNI dengan julukan “All Chopper were born in here”.

Referensi


Sunday, August 13, 2017

Masjid Agung Baitul Makmur Jepara

Masjid Agung Jepara, Jawa Tengah

Masjid Agung Baitul Makmur Jepara berada di desa Kauman, Kecamatan Jepara, Kabupaten Jepara, Provinsi Jawa Tengah. Berdiri megah di sebelah selatan Alun-alun kota Jepara. Pertama kali dbangun oleh Pangeran Arya Jepara (1579-1599), anak angkat dari Ratu Kalinyamat, ketika terjadi perpindahan pusat pemerintahan Kerajaan Kalinyamat dari Kota Kalinyamat ke Jepara. Bangunan masjid mengalami renovasi sebanyak tiga kali. Mulai dari tahun 1686, 1929, dan terakhir pada tahun 1989 untuk menyesuaikan dengan kebutuhan akan banyaknya jamaah. 

Dulu Masjid ini semuanya berbahan dasar kayu jati, namun setelah di rehab dan diperbesar bangunan ini konstruksinya berubah menjadi beton dan berdinding tembok seperti masjid modern saat ini. Namun demikian beberapa bagian bangunan masih menyisakan kekunoan-nya dengan menggunakan kayu sebagai bahan bangunannya. Sebagai contoh ruang masjid bagian depan plafonnya terbuat dari kayu jati lembaran yang dipolitur berkilat. Begitu pula soko gurunya, meski terbuat dari dari beton namun bagian luar dililit kayu jati berukir.

Masjid Agung Baitul Makmur Jepara
Jl RA Kartini No.1 Jepara 59417 RT 2 RW I
Kelurahan Kauman Jepara 59417
Jawa Tengah, Indonesia


Bagian lain yang bernuansakan ukiran kayu adalah plafon serambi luar yang dihias dengan ukiran yang indah, kayu-kayu besar berukir bisa kita lihat dari bawah dengan jelas. Ukirannya-pun beragam ada yang bernuansakan bunga-bunga seperti ukiran asli Jepara, namun ada pula yang berbentuk khot atau tulisan arab yang dapat kita lihat dibagian pintu dan jendela. 

Mihrab masjid juga berlapiskan kayu berukir serta dipelitur sehingga indah dilihat. Jepara memang sangat terkenal dengan ukiran kayu jati nya, wajar bila masjid Agung Baitul Makmur ini sarat dengan aneka ukiran kayu jati di bagian interiornya. 

Foto tua Masjid Agung Jepara

Ukiran ukiran kayu jati di dalam masjid ini memang sangat menyolok dan menjadi daya Tarik yang cukup memukau. seperti pada bagian kayu yang menutup pilar pilar beton di dalam masjid, bagian mihrab hingga ke bagian plafon dan kusen kusen pintu dan jendela masjid.

Ada fasilitas Hot Spot di seputaran Masjid Agung Jepara ini, sehingga jika anda membawa Laptop atau HP anda bisa berinternet ria di taman sebelah utara Masjid Agung. Selain melihat keindahan Masjid dan shalat bersama, juga bisa beristirahat santai di Taman sebelah masjid Agung yang setiap sorenya tiada sepi dari pengunjung.
.

Saturday, August 12, 2017

Masjid Sunan Muria

Komplek Makam dan Masjid Sunan Muria di puncak bukit muria.

Masjid Sunan Muria merupakan Masjid yang dibangun oleh Sunan Muria di puncak Bukit Muria sekitar 18 KM sebelah utara Kudus, Jawa Tengah. Kini masjid ini berada di komplek makam Sunan Muria. Lokasi masjid ini yang berada di ketinggian bukit Muria, membutuhkan upaya lebih bagi siapa saja yang hendak kesana. Rata rata mereka yang daaing ke masjid ini adalah para peziarah ke Makam kanjeng Sunan Muria yang merupakan salah satu dari Sembilan tokoh Wali Songo yang berada di lokasi yang sama.

Bukit Muria kini tidak sekedar tempat ziarah melainkan juga telah menjadi lokasi wisata karena memang menyuguhkan pemandangan yang cukup indah dari puncak bukit muria. Untuk mencapai lokasi pada ketinggian 600-800 meter ini pengunjung harus menapaki jejeran anak tangga mendaki yang teramat panjang.

Masjid Sunan Muria
Komplek Makam Makam Sunan Muria
Colo, Dawe, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah 59353, Indonesia


Jalan mendaki yang ditempuh memiliki kemiringan kurang lebih 25 hingga 35 derajat jalan mendakinya tertata rapih dari bebatuan dan dibuat undak-undakan anak tangga, Namun juga tersedia jasa ojek motor mengantar para  peziarah ke lokasi. 

Di sepanjang kanan kiri jalur pendakian juga banyak berdiri warung-warung kelontong. Mereka menjajakan berbagai macam barang dagangan. Mulai dari pakaian, sayur mayur, buah-buahan, makanan siap santap hingga botol-botol kosong air mineral.

Di gunung ini juga terdapat air terjun Montel yang cukup indah, beraneka jenis tanaman anggrek, aneka sayur, aneka buah, aneka umbi, makanan khas pecel dan sejumlah kerajinan dari kayu yang dijajakan oleh para pedagang di kiri kanan jalur menuju ke Masjid dan makam Sunan Muria. Di seputar Masjid dan makam Sunan Muria, kini juga sudah tersedia penginapan, tempat peristirahatan, warung makan dan minuman.

Tangga naik ke puncak bukit menuju makam dan Masjid Sunan Muria di Bukit Muria 

Komplek Masjid dan Makam Sunan Muria di Gunung Muria ini merupakan bagian terpadu dari kawasan wisata Colo dan kini dikembangkan oleh pemerintah sebagai lokasi objek wisata religi dan pada bulan Januari 2017 pemerintah setempat merencanakan membangun rest area bagi para pwziarah ke sana. Pembangunan tersebut termasuk menata kawasan ini untuk memberikan kenyamanan bagi para pengunjung.

Komplek masjid dan makam Sunan Muria di puncak gunung Muria ini selalu ramai dikunjungi peziarah setiap harinya. Pada hari hari besar Islam, pengunjung bahkan mencapai ribuan orang perharinya memadati tempat ini dan rela mengantri cukup panjang untuk berziarah sejak dimulai dari rute pendakian.

Interior Masjid SUnan Muria

Kunjungan Gusdur

Sampai tulisan ini dimuat, tercatat Presiden Republik Indonesia ke empat, KH Abdurrahman Wahid atau lebih dikenal dengan nama Gus Dur menjadi satu satunya presiden Republik Indonesia yang pernah berziarah ke makam dan Masjid Sunan Muria ini. Beliau berziarah kesana pada 13 April 2011.

Kunjungan Gus Dur Ke Makam dan Masjid Sunan Muria ini sebagai bagian dari rangkaian kunungan kerja beliau ke Demak. Sebelumnya beliau melaksanakan sholat Jum’at berjama’ah di Masjid Agung Demak, berdialoh dengan para petani juga menyempatkan diri bertemu dan berdialog dengan Tokoh spiritual muda Habib Jafar Assegaf serta Kiai Syaro’ni.

Referensi

Kompas terbit 14 April 2011

Baca Juga


Sunday, August 6, 2017

Masjid Kota Madinah Al Mubarokah Sampit

Patung ikan Jelawat di taman Jelawat di tepian sungai Mentaya kota Sampit dengan latar belakang Masjid Madinah Al-Mubarokah atau biasa disebut Masjidkota. (pict from IG @kota_sampit)

Tempat keren satu ini adalah Patung Ikan Jelawat yang merupakan aikon kota Sampit ibukota kabupaten Kotawaringin Timur provinsi Kalimantan Tengah. lokasinya berada di tepian sungai Mentaya di pusat keramaian kota Sampit. Lokasi yang nyaman untuk hang out, ditambah lagi dekat dengan masjid yang kelihatan di latar belakangnya itu.
.
Masjid di dekat patung ikan jelawat ini aslinya bernama Masjid Al-Madinatul Mubarokah sebagaimana tertulis dalam aksara arab di tembok depan masjid ini. Namun lebih dikenal masyarakat luas dengan sebutan “Masjid Pelabuhan” karena memang dekat dengan pelabuhan atau “Masjid Kota” karena letaknya yang ditengah kota atau “Masjid Pasar” juga karena lokasinya yang berada di pasar kota Sampit. Masjid ini diresmikan tahun 2000.

Masjid Al Madinatul Mubarokah
Mentawa Baru Hulu, Mentawa Baru/Ketapan, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah 74312, Indonesia



Masjid ini memang unik, seperti bangunan ruko yang panjang berlantai tiga, lantai dasarnya merupakan kios kios para pedagang pasar, dan masjid ini berada di lantai atasnya. akses menuju ke masjid ini melalui tangga sisi selatan atau ujung bangunan ruko yang mengarah ke tugu ikan jelawat di taman jelawat.

lokasinya memang sangat strategis dan tentu saja menjadi daya tarik tersendiri bagi kaum muslimin yang sedang berada disekitar pusat kota Sampit, baik yang sedang berwisata di taman jelawat ataupun yang sedang belanja di pasar juga bagi yang sedang berada disekitar pelabuhan Sampit.

Tradisi Tajil Romadhon

Seperti masjid masjid besar di Indonesia lainnya, Masjid Kota ini juga menyediakan tajil gratis bagi para Jemaah di masjid ini. Di bulan suci Romadhon masjid ini tak pernah sepi dari Jemaah baik siang dan malam. Aktivitas itu sudah menjadi pemandangan biasa di Masjid Kota saat siang hari di bulan ramadan. Ditambah lagi lokasi masjid yang sangat strategis karena berdekatan dengan Pusat Perbelanjaan Mentaya dan Ikon Patung Jelawat.

Masjid Madinah Al-Mubarokah (Masjid Kota) di Kota Sampit, Kotawaringin Timur, Kalimantang Tengah.

Bubur ayam khas Banjar dengan campuran bumbu spesial yang banyak dicari masyarakat Sampit merupakan menu andalan dan khas dari Masjid Kota di Sampit ini. Di lantai paling atas masjid tersebut pengurus masjid mempersiapkan menu bubur ayam khas Banjar. baik aktivitas memasak hingga menghidangkan menu khas tersebut.

Jumlah bubur ayam yang disediakan di masjid ini mencapai ratusan porsi secara gratis. Selain itu juga ada pelangkap yakni takjil lainnya, seperti kurma dan kue. Untuk minumannya sendiri teh hangat. Minimal seratus porsi yang disediakan pengurus di masjid ini.  Karena bubur tersebut dibuat khusus selama bulan suci Ramadan. Sehingga masyarakat selalu berdatangan untuk memburu bubur tersebut sebagai menu untuk berbuka puasa.***

Referensi

borneopages.blogspot.co.id  - mendadak masjid sampit

Baca Juga



Saturday, August 5, 2017

Islamic Center Koto Baru Solok

Islamic center Kuto Baru Solok (pict from google)

Masjid Agung Nurul Mukhlisin Islamic Center Koto Baru atau biasa dikenal sebagai Islamic Center Koto Baru, adalah pusat ke-Islaman di Kabupaten Solok, Provinsi Sumatera Barat. Koto Baru merupakan ibukota dari kabupaten Solok, itu sebabnya Masjid dan Islamic Center ini disebut dengan Islamic Center Koto Baru.

Pembangunan masjid ini dilaksanakan pada masa pemerintahan Bupati Solok Syamsu Rahim dan wakil Bupati Desra Ediwan. Masjid megah ini pertama kali dibangun tahun 1994 dikomplek Kantor Bupati Solok lama, diresmikan oleh Menteri Penerangan Harmoko pada tahun 1994.

Islamic Center Koto Baru
Kecamatan Kubung, Kab. Solok
Sumatera Barat


Ketika Kantor Bupati Solok pindah ke Aro Suka, maka keberadaan masjid sudah di manfaatkan oleh masyarakat setempat untuk kegiatan keagamaan. Masjid ini mengalmi kerusakan parah akibat gempa tahun 2007 dan 2009 silam sehingga tidak layak digunakan.

Setelah dilakukan rehab sedikit kondisinya masih meragukan. Baru kemudian di tahun 2013 Kementerian Agama Mengusulkan ke Bupati Solok agar dilakukan pembangunan Islamic Centre yang baru yang merupakan Ikon Kabupaten Solok yang dilengkapi dengan sarana dan prasarana LPTQ, PHBI, BASNAS, MUI  yang lengkap termasuk rencana diadakannya mini Makkah

Usulan Kementerian Agama di respon baik oleh Bupati Solok dan di kabulkan oleh DPRD, maka langsung dianggarkan oleh Pemda untuk APBD Tahun 2014. Islamic Center yang dibangun dengan dana APBD ini berdiri dilahan bekas gedung pertemuan Solok Nan Indah, lahan bekas gedung DPRD Kabupaten Solok dan MAsjid Agung Nurul Mukhlisin.

Pembangunan fisik yang dimulai semenjak pertengahan tahun 2014 dikerjakan oleh PT.Nindya Karya dengan sistim kontrak multi year. Selain merobohkan bangunan lama, pembangunan baru ini juga mengorbankan gedung DPRD yang saat itu difungsikan sebagai kantor BPD dan kantor Pustaka Daerah.

Islamic Center Kuto Baru Solok (pict from IG @maizalchaniago )

Setelah hampir delapan bulan pekerjaan fisik, bangunan ini diresmikan pada tanggal 30 Juli 2015, diakhir masa jabatan Syamsu Rahim dan Desra yang jatuh pada 2 Agustus 2015. Ada kesamaan masjid yang sekarang ini dengan masjid sebelumnya yang rusak akibat gempa, yakni pada saat diresmikan keduanya sama-sama fisiknya belum selesai seratus persen. pada saat diresmikan pembangunan masjid ini baru mencapai 60% dari gambar perencanaan.

Sholat Ied Pertama

Lebaran Idul Fitri 1436H / 2015 yang lalu merupakan sholat idul fitri pertama yang diselenggarakan di masjid ini, dan dihadiri oleh Bupati Solok, H. Syamsu Rahim, Wakil Bupati Solok, H. Desra Ediwan, Ketua DPRD Kabupaten Solok,  Hardinalis Kobal, Kabag Kesra, Suharmen.

Sholat Idul Fitri pertama tersebud juga dihadiri oleh anggota DPD RI dari daerah Sumbar, H. Nofi Chandra dan unsur Muspida serta SKPD lainnya serta ribuan umat Islam dari berbagai nagari di kabupaten Solok memadati masjid ini hingga melimpah hingga ke halaman bahkan  berjejer sampai ke tepi jalan raya Solok-Padang.

Islamic Center Koto Baru ini dibangun dengan dana 25 milyar rupiah dari APBD kabupaten Solok tahun 2014, berlantai dua dan akan kembangkan untuk banyak hal. Diantaranya tempat manasik,  pemondokan, lapangan parkir dan taman yang indah dan fasilitas pendukung lainnya, termasuk memfungsikannya untuk berbagai kegiatan seperti pesantren, belajar tafsir dan juga pesrpustakaan.

Referensi

simaskemenag – masjid nurul mukhlisin